Era saat ini merupakan era dimana
teknologi berkembang sangat pesat. Hampir seluruhnya menggunakan
teknologi-tekologi canggih, utamanya pada proses-proses industri.
Penggunaan teknologi yang canggih itu tentunya memiliki dampak,
diantaranya dampak negatif terhdap lingkungan yang berasal dari limbah
yang dihasilkan dari hasil produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya
untuk mengatasi ataupun mencegah hasil dari sebuah aktivitas yang dapat
berdampak pada lingkungan.salah satu upaya atau strategi pengurangan dampak lingkungan yang dapat diterakpan adalah sistem clean production.
A. LIMBAH
Limbah adalah bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif
terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Limbah adalah sisa
produksi, baik dari alam maupun hasil dari kegiatan manusia.
1. Karakteristik Limbah
secara umum yaitu:
- Berukuran mikro
- Dinamis
- Penyebarannya berdampak luas
- Berdampak jangka panjang (antargenerasi)
secara khusus yaitu:
a. Karakteristik fisik dapat dilihat melalui karakteristik sebagai berikut: Zat padat/cair/gas, Bau, Suhu, Warna, Kekeruhan
b. Karakteristik kimia dapat diperhatiakn melalui karakteristik
sebagai berikut: Bahan organik, BOD (Biologycal Oxygen Demand), DO
(Dessolved Oxygen), COD (Chemicial Oxygen Demand), pH (Puissance
d'Hydrogen Scale), Logam berat.
c. Karakteristik biologi. Karakteristik biologi digunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih
2. Jenis-Jenis Limbah
Pengelompokan Limbah Berdasarkan Sumbernya
a. Limbah domestik (rumah tangga)
Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman
penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, dan
gedung perkantoran.
b. Limbah industri
Limbah industri merupakan sisa atau buangan dari hasil proses industri.
c. Limbah pertanian
Limbah pertanian berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun perkebunan.
d. Limbah pertambangan
Limbah pertambangan berasal dari kegiatan pertambangan. Jenis limbah
yang dihasilkan terutama berupa material tambang, seperti logam dan
batuan.
e. Limbah pariwisata
Kegiatan wisata menimbulkan limbah salah satu contohnya yang berasal dari sarana transportasi yang membuang limbahnya ke udara.
f. Limbah medis
Limbah yang bersal dari dunia kesehatan seperti, Obat-obatan dan beberapa zat kimia
Pengelompokan Limbah Berdasarkan Jenis Senyawanya
a. Limbah organik
Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari makhluk hidup (alami) dan sifatnya mudah membusuk/terurai.
b. Limabah anorganik
Limbah anorganik merupakan segala jenis limbah yang tidak dapat atau
sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai.
c. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Limbah bahan berbahaya dan beracun adalah kelompok limbah yang secara
langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, membahayakan
lingkungan, kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup
lainnya.
limbah B3 memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
- Mudah meledak (explosive)
- Pengoksidasi (oxidizing)
- Beracun (moderately toxic)
- Berbahaya (harmful)
- Korosif (corrosive)
- Bersifat mengiritasi (irritant)
Pengelompokan Limbah Berdasarkan Wujudnya
a. Limbah padat
Limbah padat atau bisa disebut sampah merupakan limbah yang terbanyak di lingkungan.t.
b. Limbah cair
Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan sifatnya, yaitu
fisika dan sifat agregat, parameter logam, anorganik nonmetalik, organik
agregat, dan mikroorganisme.
c. Limbah gas
Jenis limbah gas yang berada di udara terdiri dari bermacam-macam
senyawa kimia. Misalnya, karbon monoksida (CO), karbon dioksida,
nitrogen oksida, sulfur dioksida, asam klorida (HCl), amonia, metan,
klorin.
Baku Mutu lingkungan dan Nilai Ambang Batas
Baku mutu lingkungan adalah ambang batas atau batas kadar
maksimum suatu zat atau komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan
agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Nilai Ambang Batas merupakan batas-batas daya dukung, daya
tenggang dan daya toleransi atau kemampuan lingkungan. Nilai ambang
batas kebisingan adalah angka 85 dB yang dianggap aman untuk sebagian
besar tenaga kerja
3. Macam-Macam Lmbah Industri Beserta Contohnya
a. Limbah Industri padat merupakan hasil buangan dari industri yg berupa padatan, lumpur ataupun bubur yang dihasilkan dari kegiatan industri.
contohnya: Plastik , kantong, Sisa Pakaian atau kain, sisa atau sampah elektronik, kertas, kabel, besi.
b. Limbah Industri cair merupakan limbah atau pencemaran yg di keluarkan oleh pabrik yg berbentuk cair.
contohnya: Sisa pewarna pakaian cair, Pengawet cair, Kebocoran Minyak dilaut, Sisa bahan kimia.
c. Limbah Industri gas merupakan limbah yang disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia yg berbentuk molekul-molekul gas.
Contohnya : Pembakaran Pabrik, Kebocoran Gas, Asap
C. PENANGANAN LIMBAH SESUAI JENISNYA
^Penanganan limbah padat melalui beberapa tahapan, yaitu :
- Penampungan dalam bak sampah
- Pengumpulan sampah
- Pengangkutan
- Pembuangan di TPA
^Penanganan limbah cair, meliputi beberapa cara :
1.Dillution (pengenceran), air limbah dibuang ke sungai, danau,
rawa atau laut agar mengalami pengenceran dan konsentrasi polutannya
menjadi rendah atau hilang.
2.Sumur resapan, yaitu sumur yang digunakan untuk tempat penampungan air limbah yang telah mengalami pengolahan dari sistem lain.
3.Septic tank, merupakan metode terbaik untuk mengelola air
limbah. Septic tank memiliki 4 bagian ruang untuk tahap-tahap
pengolahan, yaitu :
a.Ruang pembusukan,
b.Ruang lumpur,
c.Dosing chamber,
d.Bidang resapan,
4.Riol (parit), menampung semua air kotor dari rumah, perusahaan
maupun lingkungan. Air kotor pada riol mengalami proses pengolahan
sebagai berikut :
Penyaringan (screening), Pengendapan (sedimentation), Proses biologi
(biologycal proccess), Saringan pasir (sand filter), Desinfeksi
(desinfection), Dillution (pengenceran)
^Penanganan Limbah Gas, sebagai berikut:
Penanganan limbah gas dapat dilakukan dengan menggunakan filter. Berikut ini beberapa macam filter udara, meliputi :
1.Pengendapan siklon,adalah alat yang digunakan untuk
mengendapkan debu atau abu yang ikut dalam gas buangan atau udara dalam
ruang pabrik yang berdebu.
2.Filter basah, adalah alat yang digunakan untuk membersihkan
udara kotor dengan cara menyemprotkan air dari bagian atas alat,
sedangkan udara kotor dari bagian bawah alat.
3.Pengendap sistem Gravitasi, adalah alat yang digunakan untuk
membersihkan udara kotor yang ukuran partikelnya relatif cukup besar,
sekitar 50 mikro atau lebih.
4.Pengendap elektrostatik, adalah alat yang digunakan untuk
membersihkan udara kotor dalam jumlah (volume) besar dan waktu yang
singkat, sehingga udara yang keluar dari alat ini relatif bersih.
D. CLEAN PRODUCTION
Merupakan Strategi pengelolaan lingkungan secara preventif dan
diterapkan secara terus-menerus pada proses produksi, serta daur hidup
produk dan jasa untuk meningkatkan ekoefisiensi dengan tujuan mengurangi
resiko terhadap manusia dan lingkungan.
1. Strategi produksi bersih:
- Upaya pencegahan pencemaran dan perusakan lingkungan – proses produksi akrab lingkungan
- Minimalisasi limbah
- Analisis daur hidup produk
- Teknologi bersih
2. Pilihan penerapan teknik produksi bersih
a. Perubahan bahan baku
- mengurangi/ menghilangkan bhn baku yg mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti logam berat dari zat warna pelarut.
- menggunakan bahan baku kualitas baik dan murni untuk menghindari kontaminan dalam proses.
- mencegah kehilangan bhn baku, produk maupun energi dari pemborosan, dan tercecer
- penanganan material dengan baik
- jadwal produksi yang baik dan koordinasi pengelolaan limbah
- pemisahan (segregasi) limbah menurut jenisnya
- mengembangkan manajemen perawata, sehingga mengurangi kehilangan akibat kerusakan
- mengembangkan tata cara penanganan dan inventarisasi bahan baku,energi,produk,peralatan.
- menggunakan kembali sisa air proses, air pendingin dan material lain di dalam pabrik
- mengambil kembali bahan buangan sebagai energi
- menciptakan kegunaan limbah sebagai produk lain (byproduct) yang dapat dimanfaatkan oleh pihak luar
- mengubah tata letak, perpipaan untuk perbaikan aliran proses dan meningkatkan efisiensi
- memperbaiki kondisi proses, sehingga meningkatkan kualiats produk dan mengurangi jumlah limbah
- mengubah formulasi produk untuk mengurangi dampak lingkungan pada waktu digunakan oleh konsumen
- meracang produk sedemikian rupa sehingga mudah didaur ulang
- mengurangi kemasan yang tidak perlu
Referensi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar