Kamis, 16 November 2017

GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY

Pengertian Green Science


Green Science pada prinsipnya adalah Aplikasi paradigma atau pola berpikir ramah lingkungan kedalam berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kehidupan masyarakat yang ramah lingkungan. Dalam bidang teknologi , aplikasi Green Science terutama dapat di focuskan dalam upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi energy dan mengurangi emisi karbon atau gas yang dapat mempengaruhi efek rumah kaca termasuk pengembanggan energy terbarukan.

Variabel Green Science

Ada 4 macam variabel Green Science: 
  1. Environmental Quality (kualitas lingkungan)
  2. Reduction Hazard  (pengurangan bahaya)
  3. Minimization Consumption Non Renewable Sustainability (mengurangi penggunaan SDA yang tidak terbarui)
  4. Suistainability (Berkelanjutan)

 
Pengertian Green Technology 

Karena akhir-akhir ini banyak sekali isu tentang global warming yang dapat merubah cuaca, pergeseran bumi, dan pergantian waktu, sebenarnya manusia telah melakukan upaya – upaya yang dilakukan untuk mencegah global warming namun belum maksimal hasilnya dari begitu banyak upaya – upaya yang dilakukan manusia untuk mengurangi dampak dari pemanasan global atau disebut juga Global Warming maka terbentuklah Green Technology (tekhnologi hijau) atau dapat disebut juga  Clean Technology/Enviromental Technology. Konsep ini terbentuk dari kesadaran manusia  akan kebutuhan sumber daya alam yang ada di bumi secara berkelanjutan, hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan daya dukung bumi termasuk dampak pemanasan global berusaha dikurangi dengan melakukan upaya dan tindakan yang lebih ramah lingkungan.

Green technology adalah integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang diaplikasikan untuk melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.

Prinsip utama pada Konsep Green Technology meliputi 3 hal yaitu :
1. Kenyamanan Sosial
2. Ekonomis
3. Ramah Lingkungan.
Penggolongan Greentech dalam berbagai tipe disesuaikan dengan penerapannya antara lain:
1.Energi
Penerapan konsep Greentech adalah untuk mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai dari sistem eksplorasi sumber energi, proses pengkonversian sumber tersebut menjadi energi hingga terbentuknya energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat
2. Bangunan
Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Poin terbesar dalam konsep ini adalah penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan.
3. Chemistry
Green Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya. Green Chemistry lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia
4. Nanotechnology
Green Nanotechnology merupakan pengembangan dari clean technology yang merupakan suatu upaya untuk meminimalisasi potensi resiko kerusakan lingkungan dan manusia yang terkait dengan pembuatan dan penggunaan produk nanoteknologi serta untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan produk nano baru yang lebih ramah lingkungan. 

Prinsip Green Science and Technology
  1. Dengan kegiatan manusia saat ini, sepertinya mereka akan menghabiskan sumber daya bumi dan merusak lingkungan bumi sampai pada kondisi dimana keberadaan manusia di planet ini akan menjadi sulit untuk dipertahankan atau bahkan menjadi tidak mungkin. Di masa lalu, peradaban telah menurun dan seluruh populasi telah mati karena mereka telah menurunkan sistem lingkungan utama.
  2. Persamaan di bawah ini menjelaskan beban dan degradasi sistem bantuan bumi. Kedua faktor tersebut dapat dituangkan dalam: Beban = (jumlah orang) × (permintaan per orang)
  3. Bahkan pada risiko bencana global, teknologi akan digunakan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, teknologi harus dirancang dengan tujuan tidak memiliki dampak negatif yang berkelanjutan terhadap lingkungan.
  4. Dalam pengakuan atas realitas Prinsip 3, penting untuk mengenali antroposfer (lapisan manusia) sebagai salah satu lingkungan dasar.
  5. Kunci keberlanjutan adalah pengembangan sumber energi berlimpah yang berdampak sedikit atau tidak sama sekali pada lingkungan, sumber seperti itu akan memerlukan keputusan dan kompromi yang sulit.
  6. Iklim yang kondusif bagi kehidupan di bumi harus dijaga.
  7. Kapasitas bumi untuk produktivitas biologis dan pangan harus dijaga dan ditingkatkan, ini akan memerlukan pertimbangan interaksi terhadap semua lingkungan.
  8. Permintaan bahan harus dikurangi secara drastis dan bahan harus berasal dari sumber yang berkelanjutan, dapat didaur ulang, dan bagi mereka yang masuk ke lingkungan, dapat terdegradasi.
  9. Produksi dan penggunaan zat beracun, berbahaya, dan persisten harus diminimalkan dan zat semacam itu seharusnya tidak pernah dibuang ke lingkungan.
  10. Kesejahteraan manusia harus diukur dari segi kualitas hidup, bukan hanya perolehan harta benda. Ekonomi, sistem pemerintahan, kepercayaan, dan gaya hidup pribadi harus mempertimbangkan lingkungan dan pembangunan yang keberlanjutan.
  11. Mengambil keputusan tanpa mengambil risiko harus dibenarkan.
  12. Tujuannya adalah untuk mencapai keberlanjutan, sebuah konsep di mana siswa dan masyarakat harus dididik. Meskipun keberlanjutan akan memerlukan perubahan besar dalam sistem masyarakat, ilmuwan, insinyur, dan akhirnya masyarakat yang tercerahkan harus memimpin. Tidak ada waktu bagi para politisi dan non-ilmuwan untuk mengambil keputusan.


    Referensi :



    http://ratihwijayant.blogspot.co.id/2013/05/green-technology.html
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERANCANGAN BAGI LINGKUNGAN (DESIGN FOR THE ENVIRONMENT)

Perancangan bagi Lingkungan ( Design for Environment - DfE ) adalah pendekatan sistematik untuk mengevaluasi konsekuensi dampak lingkunga...