Pengertian Green Science
Green Science pada prinsipnya adalah Aplikasi paradigma atau pola berpikir ramah lingkungan kedalam
berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kehidupan masyarakat yang ramah
lingkungan. Dalam bidang teknologi ,
aplikasi Green Science terutama dapat di focuskan dalam upaya-upaya untuk
meningkatkan efisiensi energy dan mengurangi emisi karbon atau gas yang dapat mempengaruhi
efek rumah kaca termasuk pengembanggan energy terbarukan.
Variabel Green Science
Ada 4 macam variabel Green Science:
- Environmental Quality (kualitas lingkungan)
- Reduction Hazard (pengurangan bahaya)
- Minimization Consumption Non Renewable Sustainability (mengurangi penggunaan SDA yang tidak terbarui)
- Suistainability (Berkelanjutan)
Karena akhir-akhir ini banyak sekali isu tentang global
warming yang dapat merubah cuaca, pergeseran bumi, dan pergantian waktu,
sebenarnya manusia telah melakukan upaya – upaya yang dilakukan untuk mencegah
global warming namun belum maksimal hasilnya dari begitu banyak upaya – upaya
yang dilakukan manusia untuk mengurangi dampak dari pemanasan global atau
disebut juga Global Warming maka terbentuklah Green Technology (tekhnologi
hijau) atau dapat disebut juga Clean
Technology/Enviromental Technology. Konsep ini terbentuk dari kesadaran manusia
akan kebutuhan sumber daya alam yang ada
di bumi secara berkelanjutan, hal-hal yang berkaitan dengan pengurangan daya
dukung bumi termasuk dampak pemanasan global berusaha dikurangi dengan
melakukan upaya dan tindakan yang lebih ramah lingkungan.
Green technology adalah integrasi
antara teknologi modern dan ilmu lingkungan yang diaplikasikan untuk
melestarikan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan di masa
depan tanpa merubah lingkungan dan sumber daya alam.
Prinsip
utama pada Konsep Green Technology meliputi 3 hal yaitu :
1. Kenyamanan Sosial
2. Ekonomis
3. Ramah Lingkungan.
Penggolongan
Greentech dalam berbagai tipe disesuaikan dengan penerapannya antara lain:
1.Energi
Penerapan
konsep Greentech adalah untuk mengefisienkan tingkat penggunaan energi, mulai
dari sistem eksplorasi sumber energi, proses pengkonversian sumber tersebut
menjadi energi hingga terbentuknya energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat
2. Bangunan
Konsep
green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi tren dunia bagi
pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi
menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Poin terbesar dalam
konsep ini adalah penghematan air dan energi serta penggunaan energi
terbarukan.
3. Chemistry
Green
Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah
produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan
penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya. Green Chemistry lebih berfokus pada
usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan
efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia
4. Nanotechnology
Green
Nanotechnology merupakan pengembangan dari clean technology yang merupakan
suatu upaya untuk meminimalisasi potensi resiko kerusakan lingkungan dan
manusia yang terkait dengan pembuatan dan penggunaan produk nanoteknologi serta
untuk mendorong penggantian produk yang ada dengan produk nano baru yang lebih
ramah lingkungan.
Prinsip Green Science and Technology
- Dengan kegiatan manusia saat ini, sepertinya mereka akan menghabiskan sumber daya bumi dan merusak lingkungan bumi sampai pada kondisi dimana keberadaan manusia di planet ini akan menjadi sulit untuk dipertahankan atau bahkan menjadi tidak mungkin. Di masa lalu, peradaban telah menurun dan seluruh populasi telah mati karena mereka telah menurunkan sistem lingkungan utama.
- Persamaan di bawah ini menjelaskan beban dan degradasi sistem bantuan bumi. Kedua faktor tersebut dapat dituangkan dalam: Beban = (jumlah orang) × (permintaan per orang)
- Bahkan pada risiko bencana global, teknologi akan digunakan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, teknologi harus dirancang dengan tujuan tidak memiliki dampak negatif yang berkelanjutan terhadap lingkungan.
- Dalam pengakuan atas realitas Prinsip 3, penting untuk mengenali antroposfer (lapisan manusia) sebagai salah satu lingkungan dasar.
- Kunci keberlanjutan adalah pengembangan sumber energi berlimpah yang berdampak sedikit atau tidak sama sekali pada lingkungan, sumber seperti itu akan memerlukan keputusan dan kompromi yang sulit.
- Iklim yang kondusif bagi kehidupan di bumi harus dijaga.
- Kapasitas bumi untuk produktivitas biologis dan pangan harus dijaga dan ditingkatkan, ini akan memerlukan pertimbangan interaksi terhadap semua lingkungan.
- Permintaan bahan harus dikurangi secara drastis dan bahan harus berasal dari sumber yang berkelanjutan, dapat didaur ulang, dan bagi mereka yang masuk ke lingkungan, dapat terdegradasi.
- Produksi dan penggunaan zat beracun, berbahaya, dan persisten harus diminimalkan dan zat semacam itu seharusnya tidak pernah dibuang ke lingkungan.
- Kesejahteraan manusia harus diukur dari segi kualitas hidup, bukan hanya perolehan harta benda. Ekonomi, sistem pemerintahan, kepercayaan, dan gaya hidup pribadi harus mempertimbangkan lingkungan dan pembangunan yang keberlanjutan.
- Mengambil keputusan tanpa mengambil risiko harus dibenarkan.
- Tujuannya adalah untuk mencapai
keberlanjutan, sebuah konsep di mana siswa dan masyarakat harus dididik.
Meskipun keberlanjutan akan memerlukan perubahan besar dalam sistem
masyarakat, ilmuwan, insinyur, dan akhirnya masyarakat yang tercerahkan
harus memimpin. Tidak ada waktu bagi para politisi dan non-ilmuwan untuk
mengambil keputusan.
Referensi :
http://ratihwijayant.blogspot.co.id/2013/05/green-technology.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar